Sabtu, 18 Agustus 2012

Teknologi vs Adab Silaturahmi


Kemajuan teknologi merupakan produk modernisasi yang  memberi kemudahan untuk bersilaturahmi tanpa harus bertemu muka. Aksesbilitas sosialisasi menjadi lebih fleksibel tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga suatu kejadian yang terjadi hari ini dapat segera diketahui oleh seluruh penjuru dunia hari ini juga dengan hanya menekan satu tombol. Teknologi juga dapat dengan mudah menambah pertemanan & persaudaraan dan sebaliknya melalui jejaring sosial bahkan untuk beberapa kasus dapat mempertemukan kembali sanak saudara yang sudah sekian lama menghilang.
Tetapi teknologi juga mempunyai sisi buruk, salah satunya, dengan segala kemudahan tersebut bukan tidak mungkin menimbulkan kemalasan untuk bertindak bahkan berpikir. Bertepatan dengan masuknya lebaran teknologi sering digunakan sebagai ajang memohon maaf tanpa harus bersua terutama bagi pengguna smartphone blackberry yang mempunyai aplikasi blackberry massenger atau biasa disebut BBM. Sekilas hal tersebut mempermudah,  tinggal copy kemudian paste beberapa kalimat bagus kemudian di edit pada kolom nama, terakhir kirim ke semua contact BBM.
Apakah benar cara tersebut adalah silaturahmi yang baik? Apakah dengan kemudahan tersebut kita mampu menjalin pertemanan dan persaudaraan semakin erat? Apakah anda tahu siapa saja yang dikirim kalimat tersebut? Tidak tutup kemungkinan kata-kata yang sama akan dikirim kembali ke anda tetap dengan nama yang sudah di edit. Analoginya,  bayangkan ketika kita bertemu teman kemudian sang teman berkata “mohon maaf ya” kemudian dia berlalu bergitu saja tanpa ada kehangatan lainnya.
Memang merepotkan untuk mengetik satu persatu permohonan maaf kemudian dikirim langsung ke orangnya dengan tidak lupa mencantumkan nama panggilan orang tersebut agar mereka merasa bahwa kita tulus untuk meminta maaf. Anthony Giddens, sosiolog asal Inggris, mengatakan dalam bukunya yang berjudul Konsekuensi-konsekuensi Modernitas bahwa cara hidup yang dimunculkan oleh modernitas telah membersihkan kita dari semua jenis tatanan sosial tradisional, dengan cara yang tidak pernah ada sebelumnya. Tak dapat dipungkiri, dengan semakin majunya teknologi juga berdampak terhadap pergeseran budaya, terutama pada adab kebiasaan sosial bersilaturahmi.
Sekalipun teknologi mempermudah segala urusan kita tetapi alangkah baiknya jika kita tetap menjaga adab silaturahmi yang lebih ‘hangat’ lagi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar