Sabtu, 18 Agustus 2012

tu7uh..


namaku Alesha Chaka Fidela

terdiri dari tu7uh  belas huruf
aku lahir pada dua puluh tu7uh Juli dua ribu dua belas
pada pukul tu7uh belas lima lima
yang betepatan dengan tu7uh Ramadhan 1433 H
yang tahun ini Indonesia berulang tahun yang ke enam puluh tu7uh
dengan panjang badan empat puluh tu7uh centimeter

tu7uh..

satu minggu terdiri atas tu7uh hari
senin selasa rabu khamis jumat sabtu dan minggu
agar aku berbuat kebajikan dan menebar rasa cinta setiap hari

tu7uh..

ada tu7uh tangga nada
do re mi fa so la si
agar senandungku ku mampu menyejukkan dunia
melalui nada akan ku ubah dunia

tu7uh..

aku suka pelangi
warna warni berseri
merah jingga kuning hijau biru nila ungu
adalah tu7uh warna pelangi
sang penghias hati

tu7uh..

ada tu7uh lapisan atmosfer
troposfer stratosfer ozonosfer mesosfer termosfer ionosfer eksosfer
agar aku terhindar dari bahaya angkasa
kemudian Allah SWT menghiasinya dengan tu7uh bintang
zuhal musytari marikh syamsu zahro athorid qomar
agar langitku cerah bercahaya
kerlap kerlip penghapus lara

tu7uh..

ada tu7uh lapisan bumi
crust, upper mantle, transition region, lower mantle, D” layer, outer core, inner core
yang menyediakan makanan dan minuman
tempat ku hidup dan ber-dzikir

tu7uh..

ada tu7uh tingkatan neraka
jahanam ladhoh khutamah sair sahkhor jahim hawiyah
dan tu7uh tingkatan surga
darus salam, jannatu ‘adn, jannatul khuld, darul muqamah, jannatul ma’wa, jannatul na’im, al muqamal amin
tempat manusia menerima balasan atas perbuatan
tempat yang kekal

tu7uh..

sehari semalam
muslim wajib untuk menghadap-Nya sebanyak tu7uh belas rakaat
agar tiang agama tidak runtuh
agar tidak berbuat keji dan munkar

tu7uh..

hanya ada tu7uh keajaiban dunia
hanya ada pusing tu7uh keliling
hanya ada tu7uh turunan
hanya ada tu7uh ayat Al-Fatihah
hanya tu7uh kali tawah mengelilingi ka’bah
hanya tu7uh kali sa’i antara shafa dan marwah
hanya tu7uh kali melempar jumroh per 1 dari 3
hanya tu7uh anggota tubuh yang menyentuh lantai ketika sujud

tu7uh..

namaku Alesha Chaka Fidela
terdiri dari tu7uh  belas kata

Oleh: Shadeq Muttaqien

Teknologi vs Adab Silaturahmi


Kemajuan teknologi merupakan produk modernisasi yang  memberi kemudahan untuk bersilaturahmi tanpa harus bertemu muka. Aksesbilitas sosialisasi menjadi lebih fleksibel tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga suatu kejadian yang terjadi hari ini dapat segera diketahui oleh seluruh penjuru dunia hari ini juga dengan hanya menekan satu tombol. Teknologi juga dapat dengan mudah menambah pertemanan & persaudaraan dan sebaliknya melalui jejaring sosial bahkan untuk beberapa kasus dapat mempertemukan kembali sanak saudara yang sudah sekian lama menghilang.
Tetapi teknologi juga mempunyai sisi buruk, salah satunya, dengan segala kemudahan tersebut bukan tidak mungkin menimbulkan kemalasan untuk bertindak bahkan berpikir. Bertepatan dengan masuknya lebaran teknologi sering digunakan sebagai ajang memohon maaf tanpa harus bersua terutama bagi pengguna smartphone blackberry yang mempunyai aplikasi blackberry massenger atau biasa disebut BBM. Sekilas hal tersebut mempermudah,  tinggal copy kemudian paste beberapa kalimat bagus kemudian di edit pada kolom nama, terakhir kirim ke semua contact BBM.
Apakah benar cara tersebut adalah silaturahmi yang baik? Apakah dengan kemudahan tersebut kita mampu menjalin pertemanan dan persaudaraan semakin erat? Apakah anda tahu siapa saja yang dikirim kalimat tersebut? Tidak tutup kemungkinan kata-kata yang sama akan dikirim kembali ke anda tetap dengan nama yang sudah di edit. Analoginya,  bayangkan ketika kita bertemu teman kemudian sang teman berkata “mohon maaf ya” kemudian dia berlalu bergitu saja tanpa ada kehangatan lainnya.
Memang merepotkan untuk mengetik satu persatu permohonan maaf kemudian dikirim langsung ke orangnya dengan tidak lupa mencantumkan nama panggilan orang tersebut agar mereka merasa bahwa kita tulus untuk meminta maaf. Anthony Giddens, sosiolog asal Inggris, mengatakan dalam bukunya yang berjudul Konsekuensi-konsekuensi Modernitas bahwa cara hidup yang dimunculkan oleh modernitas telah membersihkan kita dari semua jenis tatanan sosial tradisional, dengan cara yang tidak pernah ada sebelumnya. Tak dapat dipungkiri, dengan semakin majunya teknologi juga berdampak terhadap pergeseran budaya, terutama pada adab kebiasaan sosial bersilaturahmi.
Sekalipun teknologi mempermudah segala urusan kita tetapi alangkah baiknya jika kita tetap menjaga adab silaturahmi yang lebih ‘hangat’ lagi.